Discover yourself

Self Love: The Basic of Everything

6:33:00 pm

Halo honeybees! Kalian pasti sudah pernah dengar soal self love kan? Nah, kali ini aku mau ngebahas soal self love... Kalau kalian googling soal self love, banyak website yang sudah membahas soal self love sebenarnya, tapi article yang OK banyakan pakai bahasa inggris. Nah kali ini aku mau bahas menggunakan bahasa Indonesia karena targetnya ya orang Indonesia.




Pertama-tama, aku mau kasih definisinya self love dulu. Definisi ini aku rangkum setelah baca beberapa artikel mengenai self love, salah satunya dari positivepsychology.com Mungkin agak membingungkan kalau cuma baca definisi ini, karena aku sendiri agak bingung mengatur kata-katanya. But I did my best for this definition....


Jadi,

self love itu suatu kondisi kontinu dimana kita menerima dan menghargai diri kita terlepas dari mood kita atau apa yang sedang kita rasakan saat itu. Kondisi penerimaan diri dan menghargai diri sendiri ini dibangun dengan melakukan berbagai hal yang menunjang perkembangan fisik, spiritual, dan mental/psikologis kita.


Sebenarnya, kalau mau diartikan harafiah saja bisa. Self love adalah mencintai diri sendiri. Tuh gampangnya. Tapi arti harafiah itu tidak menggambarkan apa yang ingin aku bahas di sini, makanya aku cari definisi yang bisa menggambarkan isi hati dan otak aku.


OH YA, self love ini TIDAK SAMA dengan narcissistic ya! Dua hal ini beda banget. Nah yuk kita bahas sebelum kepanjangan....


===


Setelah definisi, aku mau ngomongin kenapa sih, self love itu penting?
Ada beberapa alasan sih kalau menurut aku....




1. Kita jadi tahu boundaries kita.

Salah satu langkah untuk bisa menerima dan menghargai diri kita sendiri itu pasti ga jauh-jauh dari mengenal dulu. 'Tak kenal, maka tak sayang,' itu kata pepatah yang relevan banget. Apapun topiknya, mulainya pasti dari mengenal diri sendiri dulu.

Nah saat kita sudah mengenal diri kita, kita lama-lama akan sadar apa yang bisa kita terima dan yang tidak. Kita jadi terbiasa memperlakukan diri kita sebaik mungkin, dan nggak akan ngebiarin orang lain memperlakukan kita di luar batasan yang kita punya.

Contohnya ya.. Aku sayang diri aku, dan aku punya beberapa kriteria yang tidak bisa aku terima. Misalnya aku paling ga suka kalau dipukul. Nah aku ga akan mau pacaran sama orang yang suka mukul. Misal yang kedua, aku ga suka kalau dimanfaatin, ya aku ga akan temenan sama orang yang suka manfaatin orang.


Nah, honeybees nih mesti hati-hati sama orang yang suka pakai istilah self love tapi sebenarnya bukan. Kalau istilah inggrisnya sih aku bilang being a jerk, kalau bahasa Indonesia-nya aku ga tau. haha... Ada satu hal yang membedakan antara self love sama being a jerk, yaitu mistreatment.


You're deserved to be treated with respect.
You're deserved to be showered with compliments.
You're deserved to enjoy your me time alone or with someone special.
You're deserved to feel happy and content.

You deserved it all, but not by stomping on others' virtue and rights.

It's not self love if you mistreat someone just to make yourself feel worthy.
It's not self love when you say something hurtful just to make yourself feel good.
It's not self love when you force someone to do things for you to make you feel good.
It's not self love when you make others feel bad just to make you feel happy and content.


Intinya adalah ga menginjak-injak martabat dan harga diri orang lain.



2. Self-image dan kepercayaan diri meningkat.

Ini sih salah satu yang aku rasain juga. Yang paling kerasa banget adalah gimana aku mempersepsikan dan menerima diri aku sih. Saat ada orang yang bilang aku gendutan, ya aku biasa aja. Kalau memang berat aku naik, ya ngaku aja tanpa ada hard feeling. Terus ya habis itu ya ga sampai jadi mempengaruhi pemikiran aku tentang diri aku sendiri. Atau misalnya aku ketemu sama temen baru, aku jadi lebih percaya diri untuk memulai percakapan duluan dan ngobrol sambil lihat mata teman ngobrol. Itu hal-hal yang dulu aku ga bisa lakukan.

Hal yang menyenangkan adalah kata-kata orang lain itu jadi ga langsung masuk ke hati dan pikiran kita, ga men-define kita punya worth juga. Lalu kalau kita punya self-image yang oke, kita ga gampang kebawa kata-kata orang atau trend yang tidak sehat.


3. Jadi termotivasi untuk improve diri sendiri.

Pernah ga denger kata-kata ini?

'When you like a flower, you will pick it up. When you love a flower, you will water it daily.'

Nah, sama seperti diri kita sendiri! Kalau kita sayang dan cinta sama diri sendiri, kita pasti mau donk supaya kita jadi lebih baik. Kita jadi mau improve pengetahuan kita, skill kita, dan memperbaiki kebiasaan buruk kita. Intinya belajar supaya kita jadi pribadi yang lebih baik deh!

Untuk improve diri bisa dengan banyak baca buku, baca artikel, berteman dengan orang-orang yang positif, belajar hal baru, mencoba hal baru... gitu deh..



===


Setelah membahas pentingnya self love, aku mau ngomongin soal gimana caranya mencintai diri sendiri. Yeay!





First thing first! Aku mau kasih tahu dulu kalau self love itu ga hilang timbul tergantung mood atau perasaan kalian ya! Self love itu continuous state, apa tuh bahasa Indonesianya? ahaha... ya intinya dia ga berubah, selalu ada di diri kalian, ga peduli mood kalian lagi jelek atau nggak, perasaan kalian lagi campur aduk atau ga... tetep kalian mencintai diri kalian apa adanya...


Second..... kalian harus kerja keras untuk sampai tahap bener-bener menerima dan menghargai diri kalian sendiri. Secara pribadi sih, aku kerja keras buat sampai di tahap sekarang ini.... Apa aja yang aku lakukan selama ini? Nih ada beberapa hal yang aku lakuin....


1. Be curious about yourself.

Ya, namanya tahap penjajakan kan, pertama pasti harus kenal dulu. Seperti yang aku bilang di atas kalau ga kenal maka tak sayang. Makanya kalian harus penasaran sama diri sendiri, cari tahu lebih banyak soal diri sendiri, dengar pendapat orang-orang yang bisa dipercaya (misalnya sahabat atau saudara), refleksi diri, tes kepribadian kalian, dan berbagai hal lain yang bisa membuat kalian lebih mengenal diri kalian sendiri.

Nah kalau aku sih secara pribadi memang suka mikir. Jadi aku suka mengingat-ingat lagi aku orangnya seperti apa. Ga cuma sisi-sisi jelek aja yang aku pikirin, tapi sisi baik di diri aku juga aku pikirin. Aku dulu termasuk tipikal orang Indonesia yang kalau ditanya ''Kamu orang seperti apa?" atau disuruh mendeskripsikan diri, maka jawaban aku adalah, "kalau kata ...... aku itu orangnya ......" Tuh kaya gitu. Sekarang sih alhamdulillah jawabnya sudah ga seperti itu, karena aku sudah tahu aku orangnya seperti apa..... hahaha...

Nah selain hal-hal dasar seperti sifat, aku juga refleksiin diri gimana aku merespon situasi tertentu, kebiasaan-kebiasaan aku, dan pola pikir aku. Pokoknya segala hal yang berhubungan dengan ''aku'' itu aku pikirin. Selain kebiasaan mikir sendiri ini, aku juga dengerin kata-kata adek aku dan teman-teman terdekat aku.

Kenapa mendengar pendapat orang lain juga penting? Karena seringnya kita suka tidak mau melihat kejelekan diri kita sendiri. Kalau aku tuh biasanya nada ngomongnya suka ga enak kalau sudah ga suka sama seseorang. Ini hal yang aku ga sadar selalu lakukan dan disadari oleh adik aku. Kesel ga waktu dibilangin? Ya kesel. Emosi ga waktu dinasehatin? Ya emosi. Ego aku serasa dicabik-cabik. Tapi ya memang dia mengatakan yang sebenarnya dan aku jadi sadar dan belajar juga. Belajar menerima dan belajar supaya menjaga nada bicara dan kebiasaan ngomong sarkastik yang masih belum bisa hilang juga. *ups*

Sifat yang jelek ini aku sadari dan aku terima sebagai bagian dari diri aku. Tapi lalu jangan bilang, ''ya ini kan aku. Kamu ga mau terima ya sudah, bukan urusan aku." Itu bukan self love namanya. Jujur, aku pernah ada di kondisi egois seperti itu. Waktu awal-awal mencoba self love, saat belum mengerti maksud sebenarnya dari self love. Saat kamu mengerti, self love itu bukan saat kamu dengan egois memaksa orang menerima diri kamu yang ga mau berkembang, tapi saat kamu sadar dan bisa menerima dengan lapang dada bahwa kamu punya kekurangan, dan berusaha menjadi lebih baik




2. Be kind to yourself.

Terus kalo gitu, apa yang bisa dibilang self love donk?
Karena sudah bisa dibawa masuk ke ranah kedua, aku langsung potong penjelasan di atas dan lanjutin di poin kedua ini ya...


Ya selain menerima diri kamu, self love itu saat kamu bisa mengapresiasi apa yang sudah kamu (berusaha) lakukan. Istilah kerennya be compassionate to yourself. Kalau ga ngerti istilah compassionate, ada istilah yang lagi in nih... Pernah dengar istilah pamper yourself? Atau istilah me time? Nah itu dua bentuk self compassionate yang lagi in dan paling sering dipakai oleh orang-orang. Contoh paling gampangnya ya pergi nyalon, meni-pedi, pergi nonton ke bioskop sendiri, jalan-jalan puterin Jakarta sendiri, pokoknya hal-hal yang kamu enjoy lakukan sendiri atau sama orang lain deh.


Jadi ya itu, be kind to yourself. Jangan terlalu keras sama diri sendiri. Apa kamu ga kasihan sama dir sendiri? Sudah berusaha keras masih dihukum sama diri sendiri. Ingatlah bahwa diri kita adalah kritikus yang paling kejam untuk diri sendiri. Jadi ya....Intinya kamu harus tahu mana yang memotivasi, mana yang menjatuhkan diri kamu sendiri.

Misalnya, kamu kecewa berat setelah bersusah payah mengerjakan tugas eh, cuma dapat C. Ya terima perasaan kecewa kamu, jangan ga dianggap. Tapi jangan karena kamu dapat C terus kamu jadi menganggap diri kamu ga pintar. Kegagalan dapat nilai A tidak lalu membuat kualitas diri kamu turun kok. Kalau kamu mau memotivasi diri kamu sendiri, lebih baik memotivasi diri dengan cara bilang ke diri kamu sendiri bahwa berikutnya kamu akan mengerjakan dengan persiapan yang lebih baik.

Contoh lainnya nih... Kamu lagi stress sama kerjaan. Lembur terus sebulan terakhir, kena omel bos karena ngerjain kerjaan salah, terus di rumah jadi uring-uringan dan satu keluarga kena omel semua. Mood senggol-bacok nih kalau aku bilang. Stress itu ada, jangan disepelekan dan ga dianggap serius. Tapi jangan karena kerjaan lagi menumpuk terus kena omel bos terus lalu kamu jadi menganggap kamu ga bisa apa-apa dan self-esteem kamu jadi turun. Atau karena kamu ngomelin orang rumah karena hal-hal kecil kamu jadi merasa diri kamu anak durhaka. NO! Kamu perlu menyadari dan menerima kalau situasinya memang lagi tidak di pihakmu, dan membuat kamu jadi melampiaskan ke orang rumah. Tapi kamu ga perlu terlalu keras sama diri kamu. Instead of jadi uring-uringan di rumah, ada baiknya saat kamu di rumah kamu memanjakan diri kamu dengan hal-hal yang kamu suka. Misalnya, nonton drama korea yang kamu suka, minta mama masakin makanan kesukaan kamu, mandi berendam pakai bathbomb yang kamu beli di Lush sambil dengerin musik...

Atau misalnya kamu sudah berhasil melewati sebulan yang penuh rintangan dan air mata, you deserved a good time alone or with your loved one! Pergi sana ke salon, atau tidur seharian, atau main games... apapun lah... pokoknya kasi reward ke diri kamu sendiri...

Kalau kamu bingung gimana mulai baik-baikin diri sendiri, mikirnya gini.....

Kalau yang mengalami hal itu adalah orang-orang tersayangmu, apa yang akan kamu katakan dan lakukan buat dia?


Nah lakukan itu ke dirimu sendiri... :)


I do this too. :) You will start appreciate what you tried to do, failed or not... and in the end, your will be kinder to yourself.





3. It's okay if you act on your feeling or thought. Kalau kataku sih, terima dan dibawa enjoy aja... and always remember to be compassionate..

Kalau ada yang perhatiin, aku dari tadi nulis soal perasaan dan mood.. nah ini salah satu poin penting yang ga boleh dilewatkan. Balik lagi ke definisi yang aku tulis di atas, self love itu continuous state, kondisi yang selalu ada apapun mood kamu atau dalam keadaan apapun.

Di poin ini aku mau ngejelasin bahwa kita itu gampang mengapresiasi diri kalau yang kita lakukan itu berhasil, kalau mood kita lagi senang, kalau semuanya berjalan sesuai rencana dan ekspektasi kita, dan kalau kita lagi 'di atas'. Nah, bagaimana kalau kita lagi di posisi bawah? Kalau kita lagi merasa sendiri? Kalau kita gagal, kalau kita lagi sedih, marah, cemas, atau takut? Bisa ga kita TETAP suka sama diri kita? Bisa ga kita TETAP sayang sama diri kita?


Kalau belum bisa, artinya kita belum self love.


Biar jelas, aku kasih beberapa contoh lain dari self love yang dibarengi dengan compassion nih...

Saat kamu nggak dapat kenaikan jabatan yang kamu tunggu-tunggu, terus kamu bisa bilang ke diri kamu sendiri kalau walaupun kamu ga naik jabatan, tapi kamu itu tetap karyawan dengan kinerja baik. Kenaikan jabatan itu tidak mewakili apakah kamu karyawan yang baik atau buruk.

Saat kamu kelepasan marah-marah ke anak/orangtua, terus kamu bisa bilang ke diri kamu sendiri bahwa iya kamu salah sudah marah-marah ke anak/orangtuamu, tapi itu tidak membuat kamu menjadi anak durhaka atau orangtua yang jahat. Ingatlah bahwa semua orang pernah berbuat salah, kamu perlu mengakui kesalahanmu dan meminta maaf.


Terus gimana caranya supaya bisa sampai di titik itu? It takes times and practice, baby.... Segala hal yang berharga itu butuh waktu, tenaga, dan pengorbanan. Ga ada yang instan di sini... Seperti kataku yang sudah-sudah, pertama kamu harus menerima dulu apa yang kamu rasakan dan pikirkan, kecemasan-kecemasanmu, kegagalanmu, kesalahan-keasalahanmu di masa lalu. Jangan diabaikan. Jangan dikubur dalam-dalam. Segala kecemasan, kegagalan, kesalahan, dan perasaanmu.... semua itu bukan hal yang aneh dan buruk yang perlu dipendam dalam-dalam. Dengan kamu menerima keberadaan mereka, kamu akan lebih tenang dalam menghadapi mereka. :)

Yang kedua, setelah kamu menerima itu semua, latihan buat bilang bahwa diri kamu itu berharga, you're fine the way you're, walaupun kamu punya banyak kegagalan, kesalahan, dan hal-hal lainnya, itu tidak membuat kamu less precious, less worthy.. Lakukan terus setiap hari. Semakin sering kamu dengar kata-kata ini, kamu akan semakin percaya bahwa diri kamu bernilai dan pantas untuk disayangi.

Yang ketiga, tuh balik ke poin no.2..... be kind to yourself. Lakukan hal-hal yang bisa bikin kamu senang... Puter aja terus sampai akhirnya kamu bisa mengapresiasi diri kamu saat kamu ada di posisi yang tidak menyenangkan.


It's hard, I know. I've been there before, and I'm still there sometimes. But it's okay, we're just human after all. Selama kita hidup, akan ada hal-hal baru yang akan kita pelajari dan hadapi. Akan ada hal-hal yang membuat kita jatuh, sedih, kecewa, dan lain-lain. Tapi itu tantangan baru untuk bisa menjadi lebih baik.





4. Kelilingi diri kita dengan orang-orang yang positif.

Jangan pernah merasa bahwa kita bisa mencapai titik pencerahan itu tanpa bantuan orang lain... Nu-uh. Nay... Kita butuh orang lain. Ingat di atas aku ngejelasin bahwa ada hal-hal yang ga aku sadari tapi disadari oleh orang di sekitarku. Itu satu bukti bahwa kita butuh orang lain, even dalam mencapai self-love.

Memang sih, self love kan harusnya penilaian diri kita terhadap diri kita sendiri. Tapi dalam prosesnya, kita perlu dibantu orang lain. Peran orang lain ini ya, bisa sebagai social support kita, motivator kita, pengingat kita, sampai influencer buat kita. Pernah dong denger kalau 5 orang terdekat kita itu punya pengaruh membentuk kita? Nih gampangnya gini.... kalau kamu dikelilingi sama orang-orang yang sukanya menjatuhkan kamu, ngatain kamu yang jelek-jelek, gimana kamu bisa mengubah pandanganmu? 1 orang lawan sekian banyak orang. Baru kamu maju 1 langkah, kamu didorong mundur 5 langkah.


Daripada aku ngejelasin panjang lebar, aku kasi contoh nyatanya deh. Diri aku sendiri.
Pertama kali aku praktekin self love ini, awalnya gara-gara temen aku. Nah tuh.

5 tahun yang lalu, dimana masih jarang banget aku ketemu orang Indonesia yang punya kebiasaan memuji, aku ketemu seorang teman yang tidak segan memuji orang, bahkan untuk hal remeh temeh macam baju, hairdo, atau make up. Tahu ga reaksi aku waktu pertama kali denger pujian dia? Dengan awkward aku ngeliat dia, terus mengernyitkan dahi sambil mikir, ini orang mau apa? Mungkin dia sadar reaksi aku, terus dia ngomong, ''ya ga ada salahnya kan muji orang? Emang lu ga suka dipuji?" Ya sejujurnya sih ga salah, tapi itu aneh. Apaan ga ada apa-apa dipuji. Aku dapet nilai 10 waktu ujian aja kayanya ga ada yang memuji... Itu pikiran aku 5 tahun yang lalu.... Nah ini dia lakukan ke semua orang. Sampai akhirnya aku terbiasa mendengar pujian dari dia, dan ga merasa awkward. I felt good instead. Senang gitu kan, mood jadi happy. Sampai akhirnya aku bisa ikutan memuji orang. Lalu aku berpikir (mikir lagi), kenapa dulu aku bisa merespon seaneh itu. haha.... lalu mulailah aku banyak explore soal self image, yang lama-lama menuju ke self love. Itulah perjalanan aku mengenal istilah self love.

Nah, kalau aku ga temenan sama dia, mungkin aku ga akan berubah dan mikirin hal ini. Teman aku di sini berperan sebagai influencer dan motivator aku. Itulah kenapa, mengelilingi diri kamu dengan orang-orang yang positif sebenarnya membantu sekali, apalagi untuk tahap-tahap awal. :) By the way, kalian bisa juga minta tolong ke tenaga profesional, seperti psikolog misalnya... cuma ya kalian harus keluar uang untuk konseling.


Nah di luar itu, kalau kalian dikelilingi oleh orang-orang yang positif, kalian juga akan lebih termotivasi untuk menjadi lebih baik. Hal-hal yang kalian obrolin dan diskusiin ya seputar hal-hal yang positif juga. Mungkin itu juga alasan kenapa influencer mainnya sama sesama influencer. Tapi lalu jangan jadi ketergantungan sama teman-teman kalian ya. Untuk menjadi lebih baik itu tugas kalian, untuk mengapresiasi diri sendiri itu tugas kalian. Teman-teman kalian itu ada untuk men-support kalian aja dari samping. Misalnya ketergantungan itu ya, kalian ga cari tahu info sendiri dan cuma mengandalkan info dari teman, atau misalnya kalian jadi mencari pengakuan dari teman-teman kalian biar ego kalian juga naik. That's not self-love ya honeybees....


5. Read more. Practice more.

Karena konsep self love itu abstrak, dan lebih banyak pakai feeling dalam prakteknya, kalian harus banyak cari tahu. Banyak baca topik-topik yang sejenis, yang serupa tapi tak sama.  Dari situ kalian akan tahu lebih banyak dan lebih luas. Dengan pengetahuan yang lebih banyak dan luas itu, kalian bisa punya lebih banyak pilihan untuk dipraktekkan langsung ke diri kalian. :)



===


Itu yang biasanya aku lakukan ke diri aku sendiri. Nah, kalian sudah ada yang mencoba belum? Atau baru mau mencoba? Let me know your story ya! :D Kalau kalian nggak mau share di sini, bisa langsung DM aku loh di instagram.



Sebelum aku pamit, aku mau share gambar terakhir buat kalian semua....



Tuh, kalian bisa bilang kata-kata itu ke diri kalian sebagai motivasi untuk terus melangkah maju! :)



Have a great day, and happy 74th independence day, Indonesia!



See you again!
xoxo
Anastasia




Image source:
google.com with ''self love'' as keywords.



Being Single

Being Single: The Best Time to Discover Yourself

2:43:00 am

Hey! Have you ever feel like you're dating the wrong person? Or feel like you've done everything for them but it's not good enough? Or you always feel like you always got into a bad fight over small matters? Are you exhausted jumping from relationship to relationship but it never worked out? Or maybe you're wondering why your friend(s) looks so happy going to cinema alone, having so much time for themselves, and all these problems you're facing are so out of the question for this single friend(s) of yours? Maybe, you need to take a break and think seriously, dear.....


source: yourtango.com

source: thisislovelivequotes.com

OK honeybees, this time I'm going to write about relationship with yourself. I know a lot of people will want to know more about dating relationship, but being in relationship with yourself is as important (if not more important) as dating relationship. No, I'm not relationship expert, but I observe people, I learned from my and their experiences.


Before I start this, I'll let you know that I've been single for almost 10 years after my breakup with my first and only boyfriend. Yes, I was in a relationship once, back when I was a university student, back when I was immature and thinking maybe being in a relationship would be fun and make me happier. It was nice to have someone I could contact almost 24/7, but the change from being single to 'in a relationship' was huge for me. Let just say I was naive and immature, and so did him.


So after that short relationship, I felt so relieved that everything will go back to before I was in a relationship. I went out with my family and friends, I got more me-time, and I thought a lot about what had gone wrong. Is it something about him? Or me? It's not easy to admit that I was so immature back then, but with time came wisdom.


source: yourtango.com and I can say this quote represent what I want to say very well.

source: pinterest



After these 10 years of being single, I got to say to you that the time you spent on yourself is important before you decided to jump into relationship.


WHY?
Let's find out....


1. Relationship can be draining


If you're not finished with yourself yet.
If you're in a relationship with a person who's not finished with themselves.
If you're in a relationship with the wrong person in the wrong time.


When you decide to jump into a relationship, it's like you're starting an internship in a company. Everything are new to you and you have to adjust yourself to fit into the company. You have to sacrifice some things like your freedom, your hangout time with friends/family, your alone time, or those Korea drama marathon time. But this internship might land you to your dream job (or maybe not).

It's the same as relationship, you can't be selfish and think only for yourself. You have to sacrifice things that might be important to you before; like your game time, your korea drama marathon time, or your quality time with your friends and family. Both parties have to work together and be selfless. Both parties have to realized that communication work two ways. Both parties have to trust each other and keep giving. If only one people tries hard in the relationship, it's not a healthy relationship.

Believe me, it's not the dream job you want to spend your whole life on.

To apply to an internship program, you usually have to be in your last year of university (almost finish your degree). So does relationship. You need to finish with yourself before you jump into relationship.

How do you want to love other people when you don't love yourself?
How do you want other to accept you when you can't accept yourself?
How do you intent to give when you don't have anything to give?


That's why it's important to love yourself, to accept yourself, and made sure that yourself is full before you want to love others.

source: joinblush.com

2. You have all the time to focus on yourself.

As I stated before, you need to be full before you start a relationship. And being single is the perfect time to do just that. When you're single, you have more time to discover what you like. You have more time to go to that art exhibition that you like. You have more time to learn new language or maybe improve your photography skill (or learn to cook). You have more time (and money) to travel and explore new areas. You have more time to indulge yourself in your hobbies and passion. You have more time to advance in your carrier. You have more chances to meet new people and make friends. You have more time to relax and re-discover yourself.

Being single for these 10 years brought me to the me now. I got to follow my passion and learn fashion design. I got transferred to Japan and learn japanese. I got to live alone and meet new friends. I got to boarden my vision and values. I went to many new place and exhibition as I can. I got to travel alone in foreign country and discover myself more. I got to be braver and improve my self-confidence. I got to see the world and go outside my comfort zone. For once I imagine if I decided to hold onto that relationship, or jumped into another relationship after my break-up, I might not be able to experience all of that.

So yeah... being single is not that bad. Just enjoy your moment. It's all about you and you alone. Go and discover yourself!


source: rover.ebay.com


3. Explore! Explore! Explore! Learn! Learn! Learn!

What I mean by explore and learn is these.
Go read books and article. Go to seminars that got your interest. Open your eyes, ears, and brain for new information and opinion that differ from your point of view. Learn from your past. Fill your brain with things and issues that matter. It can be anything. History, politics, economy, environmental issues, mental health, anything. As long as it helps you boarden your knowledge and personality. Because when you're single, you have more time to improve your own quality and make you feel good about yourself.

Some people need to fix their body image. If you need to fix it, then you go and learn to fix it. Learn to love yourself. Go read more books and article about body image, body shaming, and how to improve your body image. Go surround yourself with people who compliment you genuinely and with people who can support you gain confidence. It's hard when you try hard alone, but with social support, it's not that hard.

Some people need to heal from past break ups. Then don't go and jump into another relationship before you healed. It will be another disaster. Your next partner might be the right one for you, but if you're not ready, it's called for a unhealthy relationship. It's okay to take time and heal. Don't rush.


source: tinypositive.com


Some people need to discover themselves. If you don't even know what do you want, then go explore yourself first. Read more book and article about personality, meditation, or anything related to your need. Go surround yourself with people who can help you with that.

Some people need to learn to be independent. If you can't do anything alone, then it's time to get to your feet and do it alone. Doing something alone doesn't mean you're weird nor it's a bad thing. No! In fact, you need to be able to do things alone. Even in relationship, you need to take time for yourself and let your partner to enjoy their own time. So, why don't you practice this in advance? If you find yourself wander meaninglessly, then let yourself get lost (on your feet or thought).

Some people need to learn how to love themselves. If you're one of these people, then it's time to love yourself. There are a lot of book about self love. Go and read those. If they got some tips, try to do it. Or if you're a believer of one religion, then go for a community to help you heal mentally and spiritually. If you prefer a social support, then go find your social support. If you think you need professional help, go seek a psychologist.


source: rover.ebay.com


I, for once, was in this category. It's easy for me to find something bad about myself, physically and mentally. The feeling when I accidentally do something bad or wrong, the anxiety when I had to open a conversation with new people or do presentation, the anxiety when someone look at me and all I could think about was whether I said something bad or I look weird in what I wore, the unworthy feeling when I received rewards or praise, the ugly thought about how I look physically. I was lucky to find a great church community for youth that helped me with this issues. They're the one who inspire me to go and learn psychology for my university degree.

One thing is sure; We all have those period once. Don't stuck there, you have room and time for improvement. If you feel like your friends and community can't help you grow, then seek a new one. If you can't help but stuck there even with your hardwork to change, go seek a professional help.


---


I was thinking about this topic for a while now since I came back home. Some reason why I need to write this out are the fact that most of my friends and social support are married or dating, and some people I care about are wondering if something's wrong about them that they're still without partner. It's been nagging me as to why people tend to feel weird that they haven't settle down after reaching certain age, or feel bad about themselves because of this matter. I'm wondering if there're people out there who got the same problems as those people I care about and here I am writing this out.


So, how do you cope with your life? or your romantic relationship? Do you find yourself similar? Share your story with me (here or on instagram). I'll try and summarize this in my instagram story too (soon I promise).

Before I say good night, I'll give you some tips I found on beautifully honest

 
and a challenge for single people out there!

source: teespring.com - a challenge for 2019, anyone?


I'll be waiting for your story! Hope you all have a great day ahead!


xoxo
Anastasia



Follow me on: